Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hal Aneh Yang Dilarang di Berbagai Negara di Dunia

     Dunia ini dipenuhi dengan banyak sekali hal mengejutkan. Tak hanya dari fenomena alam ataupun suatu hal lainnya, aturan yang dibuat berbagai negara di dunia ini pun juga cukup mengejutkan, bahkan terdengar unik ataupun aneh bagi negara lainnya.

"HAL ANEH YANG DILARANG DI BERBAGAI NEGARA DI DUNIA"

1. "Winnie The Pooh" yang di banned China


    Bagi kebanyakan orang di berbagai negara, mungkin menganggap winnie the pooh adalah salah satu karakter kartun lucu yang cukup menggemaskan. Namun di sisi lain, ternyata ada juga yang tidak menyukai karakter ini, bahkan sampai di larang dalam hal apapun. Salah satunya adalah China. Pemerintah China diketahui melarang winnie the pooh di negaranya akibat isu politik.

    Semua itu berawal sejak tahun 2013, dari banyaknya meme di internet yang dibuat seakan-akan mirip dengan presiden China, yakni Xi Jinping. Meraka menganggap karakter winnie the pooh itu seperti Xi Jinping, membandingkan fotonya, ekspresinya dan sebagainya. Meme ini begitu cepat menyebar di internet, dan hal itu dianggap mengejek Xi Jinping secara halus. Karena itulah partai komunis China memutuskan untuk melarang winnie the pooh di negaranya karena dianggap menjelekkan nama baik pemerintah dan partai komunis China. Bahkan kasus ini tak dianggap remeh, mereka sampai menganggapnya layaknya peristiwa-peristiwa kelam di China yang harus di lupakan dan di dilarang keras. Alhasil semua yang melibatkan winnie the pooh sangat dilarang tampil di publik China. Gambarnya akan di sensor, dilarang tayang di bioskop, dan membatasi segala hal yang berbau karakter itu.

    Meskipun dianggap sebagai tindakan yang berlebihan, namun keputusan ini sudah sangat tepat bagi pemerintah China. Bagi mereka ini adalah langkah penting untuk menjaga citra pemerintah dan presiden serta stabilitas politik di China.

2. "Permen karet" yang di banned Singapura


    Permen karet memang sering dianggap sebagai salah satu permen yang cukup menganggu, apalagi jika permen bekas kunyahan itu dibuang sembarangan akan mengakibatkan kerugian bagi yang kena getahnya. Karena itulah beberapa negara bahkan sampai membatasi makanan ini, atau malah ada yang sampai memang melarangnya. Singapura salah satunya.

    Sejak tahun 1992 dibawah kepemimpinan perdana menteri Lee Kuan Yew, Singapura resmi melarang adanya permen karet di negaranya. Larangan ini dibuat sebagai upaya menjaga kebersihan kota dari sampah permen karet. Karena sebelumnya, permen karet kerap sekali menjadi momok penganggu kebersihan kota akibat banyaknya orang yang membuang bekas permen karet kunyahannya ke sembarang tempat, menempelnya di angkutan umum, pintu kereta dan di berbagai tempat lainnya, bahkan ada yang sampai menimbulkan kerusakan. Alhasil hal itu pun merugikan banyak orang dan merusak pemandangan indah kota. Karena itulah, larangan ini di anggap cukup serius.

    Aturan ini mungkin lebih dikhususkan pada pengusaha impor permen karet, mereka tidak boleh melakukannya lagi karena dianggap ilegal. Jika masih kedapatan mereka akan di denda sebesar 100.000 Dollar Singapura atau penjara selama 2 tahun.

3. "Jeans berwarna biru" yang di banned Korea Utara


    Korea utara merupakan negara yang mungkin masih banyak sekali misteri di dalamnya yang dunia tidak ketahui. Begitulah negara tertutup, namun bagi negara lainnya itu adalah hal yang membuat banyak orang penasaran akan apa saja aturan mereka. Salah satunya yang cukup mengejutkan adalah dilarangnya mengenakan celana jeans berwarna biru. Mereka melarangnya karena terkait alasan ideologis dan simbol budaya.

    Jeans biru dianggap sebagai simbol kapitalis barat, terutama Amerika Serikat yang dianggap musuh ideologi Korea Utara. Seperti yang kita ketahui, pemerintah Korea Utara sangat ketat dalam mengontrol sesuatu, semua aturan adalah mutlak dan harus di kerjakan, begitulah kira-kira, apalagi dalam hal yang mengganggu budaya dan ideologis negaranya.

    Jeans biru, yang sangat identik dengan budaya Barat, dianggap sebagai pengaruh negatif Barat yang harus dihindari. Karena itulah mereka melarangnya. Selain larangan jeans biru, Korea Utara memiliki regulasi ketat mengenai pakaian dan penampilan umum. Pemerintah Korea Utara menetapkan gaya berpakaian yang sesuai dengan nilai-nilai sosialis disana, dan segala sesuatu yang dianggap tidak sesuai, seperti pakaian atau gaya rambut yang mencerminkan budaya Barat, akan dilarang.

    Hal ini mungkin terdengar sangat ketat dan tidak bebas. Namun bagi Korea Utara ini adalah tindakan yang harus di ambil dalam upaya yang lebih besar untuk mengontrol pengaruh luar dan menjaga kesatuan ideologis di antara rakyatnya. Larangan ini juga mencerminkan bagaimana pemerintah Korea Utara berusaha menjaga kendali penuh atas semua aspek kehidupan warganya, termasuk dalam hal penampilan.

4. "Istana pasir" yang di banned beberapa pantai Spanyol dan Italia


    Bermain pasir dan membuat suatu hal dengan pasir pantai adalah suatu hal yang mungkin wajib dilakukan ketika kita berlibur ke pantai. Membentuknya menjadi berbagai bentuk yang indah menciptakan kesenangan tersendiri dalam mengisi waktu liburan. Namun tahukah kalian kalau hal demikian tidak dapat kita lakukan di semua pantai. Ada beberapa pantai di dunia, atau khususnya di Spanyol dan Italia yang melarang wisatawan untuk membuat istana pasir. ya mereka melarang hal biasa itu. Mereka menganggap pembuatan istana pasir di pantai hanya akan merusak keindahan pasir pantai, terlihat tidak bersih dan tidak estetik.

    Istana pasir juga cukup berbahaya bagi para wisatawan karena menjadi penghalang jalan dan ditakutkan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Selain itu larangan ini juga dilakukan demi ketenangan dan memastikan kalau suasana pantai tetap aman dan nyaman. Bagi siapa saja yang melanggarnya bisa dikenakan denda ataupun hukuman tergantung pada kebijakan setempat. Meskipun larangan pembuatan istana pasir di Spanyol dan Italia mungkin tampak aneh bagi sebagian orang, namun kebijakan ini bertujuan untuk melindungi keindahan, keselamatan, dan ekosistem pantai. Pemerintah lokal menerapkan aturan ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga pantai-pantai mereka, supaya tetap menarik dan ramah lingkungan bagi semua pengunjung.