DULUNYA LAUTAN, SEKARANG MENJADI TEMPAT PALING TINGGI DI DUNIA!
Selama ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu sampai sekarang, bumi selalu mengalami perubahan yang begitu drastis hingga membentuk seperti sekarang. Banyak keajaiban dunia yang terjadi, daratan yang menjadi lautan, ataupun lautan yang berubah menjadi daratan. Ya, begitulah alam. Seperti beberapa tempat berikut yang ternyata dulunya adalah dasar lautan.
“BEBERAPA TEMPAT DI DUNIA YANG DULUNYA LAUTAN”
Dulunya Lautan, Sekarang Menjadi Tempat Paling Tinggi di Dunia1. Gurun Sahara

Tapi ada hal unik lainnya tentang gurun satu ini. Dunia memang penuh dengan misteri, salah satunya adalah siklus alam yang begitu menakjubkan seakan-akan ada yang menyettingnya. Diketahui gurun sahara akan berubah menjadi sabana yang hijau dan berumput setiap 20.000 tahun. Hal itu disebabkan oleh perubahan siklus di sahara yang dapat membuat curah hujan di sekitar gurun ini menjadi lebih tinggi. Mungkin beberapa ribu tahun lagi bisa saja sahara kembali menjadi hijau bak sabana yang sangat luas.
2. Pegunungan Himalaya

Jika mendengar kata Himalaya, mungkin banyak orang yang akan langsung teringat akan pegunungan yang begitu tinggi, bahkan termasuk kedalam barisan pegunungan tertinggi di dunia. Salah satunya adalah gunung Everest. Pegunungan himalaya berada di Asia tengah yang memanjang melewati 7 negara. Puncaknya ada pada gunung everest, yang tingginya mencapai 8.850 meter di atas permukaan laut, dan menjadi titik paling tinggi di bumi. Namun itu untuk saat ini. Jika kita melihat ratusan tahun kebelakang, tahukah kalian kalau himalaya adalah dasar laut. Tepatnya dilaut Tethys. Himalaya terbentuk sekitar 50 juta tahun lalu akibat tumbukan lempengan Eurasia dengan lempeng India yang bergeser ke utara. Fenomena itulah yang memaksa bagian bawah laut tethys naik kepermukaan membentuk semacam daratan yang menjulang tinggi dan sangat panjang. Bahkan kabarnya sampai sekarang pun kedua lempengan ini masih bertumbukan yang membuat pegunungan himalaya semakin tinggi setiap tahunnya. Lempeng india yang sangat menekan ke Lempeng eruasia menyebabkan kerak benua menjadi lebih tebal akibat patahan dan lipatan oleh gaya tekan yang mendorong himalaya menjulang naik.
Batuan yang ada di puncak everest dan bagian pegunungan himalaya lainnya juga ditemukan banyak sampel batuan yang biasanya ada dilautan. Selain batuan, sedimen dan fosil hewan laut juga kerap sekali ditemukan himalaya, yang memang membuktikan kalau himalaya dulunya adalah lautan.
Batuan yang ada di puncak everest dan bagian pegunungan himalaya lainnya juga ditemukan banyak sampel batuan yang biasanya ada dilautan. Selain batuan, sedimen dan fosil hewan laut juga kerap sekali ditemukan himalaya, yang memang membuktikan kalau himalaya dulunya adalah lautan.
3. Lembah Boszhira

Salah satu faktornya adalah pergerakan dari lempeng tektonik yang menyebabkan pengangkatan hingga menjadi daratan. Ditambah lagi dengan berbagai macam perubahan iklim, membuat lautan ini perlahan surut, hingga menghilang seperti saat ini. Ada bagitu banyak jenis batuan dan fosil laut yang ditemukan disini. Hal itu pun menjadi bukti kuat kalai lembah Boszhira adalan lautan jutaan tahun lalu, meninggalkan bekas-bekas yang kita lihat hari ini.
Lembah Boszhira adalah salah satu keajaiban alam dengan pemandangan yang begitu menakjubkan. Proses geologis selama ribuan bahkan jutaan tahun, membentuk berbagai macam formasi batuan yang luar biasa, tebing curam, dan pilar-pilar yang menjulang tinggi. Bagaikan menara ataupun kubah bangunan. Tak hanya keindahan semata, ada begitu banyak fosil hewan-hewan laut purba di sini. Para peneliti kerap sekali menemukan fosil unik dari ekosistem laut jutaan tahun lalu. Karena itulah tempat ini menjadi salah satu surga bagi pencinta alam dan juga para peneliti untuk menemukan berbagai hal yang luar biasa.
4. Laut Aral

Laut aral terbentuk sekitar 5.5 juta tahun lalu di cekungan Endorheik. Hal itu membuat banyak sungai mengalir dan mengendap di sini hingga membentuk sebuah danau besar. Karena tidak mengalir lagi ke laut, air yang mengalir dari banyak sungai mengendap dan menguap disini, tapi lama kelamaan akan meninggalkan garam yang membuat airnya menjadi asin bagaikan air laut. Dengan luasnya yang sangat besar menjadikannya sebagai salah satu mata pencaharian dan sumber ikan bagi masyarakat sekitar di masa jayanya. Tapi itu semua berakhir sejak proyek irigasi besar-besaran Uni Soviet untuk mengalirkan air dari sungai Amu Darya dan Syr Darya ke tempat pertanian. Hal itupun membuat pasokan air untuk laut aral menurun hingga perlahan mulai menyusut.
Pada awal abad ke-21 laut aral terbagi menjadi beberapa danau kecil, dan sebagian wilayahnya menjadi gurun. Banyak masyarakat yang terkena dampaknya, hilang mata pencaharian dan memaksa mereka untuk migrasi supaya dapat tetap bertahan hidup. Sejak tahun 2009, oasis raksasa itu pun menghilang dan kembali menjadi gurun yang dipenuhi garam. Bahkan debu asin dari sisa laut aral sangat beracun dan dapat mengganggu kesehatan penduduk sekitanya. Tanpa disadari tempat ini mulai menjadi tempat yang berbahaya bagi manusia. Bahkan menyusutnya laut aral ini dijuluki sebagai " Bahkan Salah Satu Bencana Lingkungan Terburuk di Planet Ini!". Dari laut Aral, kini berubah menjadi Gurun Aralkum. Hanya tinggal sedikit saja yang masih terisi air. Ada banyak sisa kapal-kapal para nelayan yang menjadi saksi bisu jayanya laut aral di waktu dulu
Keringnya laut aral membuktikan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan malah akan merusak lingkungan dan berakhir merugikan manusia. Contoh ini juga menjadi alasan manusia harus bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan mempertimbangkan baik buruknya dampak yang dihasilkan bagi kehidupan dan lingkungan.
"TERIMA KASIH"